Sunday, March 25, 2012

Makkah Al Mukarramah

Minggu, 11 Maret 2012
Selama perjalanan Madinah-Mekkah, jamaah menggunakan waktunya untuk istirahat tidur, agar saat tiba di Mekkah nanti semuanya dalam kondisi paling fit untuk beribadah, inti dari perjalanan kami ke tanah suci, Umroh.

Jam 9 malam kami mulai memasuki kota Mekkah. Ustadz membangunkan semua jamaah untuk sama-sama membaca doa memasuki kota Mekkah.

Ya Allah, kota ini adalah tanah haram-Mu dan tempat yang aman-Mu, maka hindarkanlah daging, darah, rambut dan kulitku dari neraka. Dan selamatkanlah diriku dari siksa-Mu pada hari Engkau membangkitkan kembali hamba-Mu, dan jadikanlah aku termasuk orang-orang yang selalu dekat dan taat kepada-Mu.

Kota Mekkah lebih rame dan macet dibandingkan Madinah. Bis berjalan perlahan menuju hotel Al Meyshal, tempat kami menginap selama di Mekkah. Seharusnya kami menginap di Al Saraya hotel, lokasi lebih dekat ke Masjidil Haram. Tapi karena saat ini sedang ada proyek perluasan Masjidil Haram, banyak hotel di sekitar Masjidil Haram yang dirubuhkan, termasuk Al Saraya hotel ini.

Sesampainya di hotel kami makan malam, dan istirahat sebentar dengan tetap menjaga larangan ihram. Jam 11 malam jamaah berangkat bersama menuju Masjidil Haram. Jujur aja, saya nervous banget saat mo berangkat ke Masjidil Haram. Panas, dingin, mules, gugup, campur aduk dech rasanya. Untungnya selama berjalan kaki dari hotel menuju Masjidil Haram, kami dibimbing ustadz untuk terus mengucapkan kalimat talbiyah, jadi lebih tenang rasanya.

Sesampainya di halaman Halaman Masjidil Haram, kami berhenti sejenak. Ustadz menjelaskan tentang pintu masuk utama dan pintu khusus wanita. Saya takjub dengan kemegahan Masjidil Haram. Subhanallah....

courtesy of islamicinformation.net
Kami masuk melalui pintu utama yang bernama pintu Babussalam, karena pintu ini yang paling dekat menuju Ka'bah yang berada di bagian dalam Masjidil Haram. Pemeriksaan askar disini tidak seketat di masjid Nabawi. Dan tidak jauh kami melangkah masuk dari pintu Babussalam, saya terharu melihat Ka'bah yang sedikit demi sedikit semakin jelas terlihat. Saya hanya bisa menangis dan hanya mampu mengucapkan Subhanallah dan Allahu Akbar, segenap doa dan ikhtiar saya selama ini tertunaikan sudah....

Selesai melaksanakan sholat jamak qashar maghrib dan isya, kami langsung turun mendekati Ka'bah untuk berthawaf. Selama thawaf, saya pasrahkan hati saya pada-Nya, bukan karena bangunan Ka'bah, bukan karena Hajar Aswad, Hijr Ismail ataupun makam Ibrahim, tapi bener-bener hanya mengingat Allah.

7 putaran thawaf sempurna kami laksanakan, dilanjutkan dengan sholat sunah thawaf di shaf yang pas lurus menghadap salah satu bagian Ka'bah yaitu Multazam, tempat yang mustajab untuk berdoa. Setelah cukup berdoa disini, kami melanjutkan rangkaian ibadah berikutnya yaitu sa'i. Sebelum sa'i, kami istirahat sejenak, ada yang minum air zam-zam dan ada pula yang membasuh wajahnya dengan air zam-zam, agar tetap segar saat melaksanakan sa'i. 

Alhamdulillah, jam 2.30 kami selesai melaksanakan 7 putaran sa'i dan diakhiri dengan tahalul. Beberapa orang jamaah memilih tinggal di masjid hingga subuh, sedangkan jamaah lainnya kembali ke hotel untuk istirahat.

Senin, 12 Maret 2012
Hari ini tidak ada agenda khusus untuk jamaah, sehingga kami bebas mengatur agenda ibadah, ziarah ataupun kegiatan lainnya.

Oia, sedikit mo sharing mengenai proyek perluasan Masjidil Haram, yang merupakan perluasan terbesar sepanjang sejarah di kota Mekkah dan Madinah. Ini nih masterplan nya:









Selasa, 13 Maret 2012
Agenda hari ini adalah ziarah kota Mekkah dan umroh yang kedua. Jabal Tsur, Jabal Rahmah, Arafah, Muzdalifah, Mina, Jabal Nur dan Ji'ronah adalah tempat-tempat yang kami kunjungi hari ini. Sebelum berangkat, bagi yang ingin melaksanakan umroh kedua, maka sudah harus mandi ihram dari hotel.

Jabal Tsur
Jabal Tsur atau Gunung Tsur memiliki tiga puncak yang bersambungan dan berdekatan. Di salah satu puncak Jabal Tsur itulah terdapat Gua Tsur. Gua Tsur merupakan tempat yang dijadikan perlindungan Rasulullah Muhammad SAW dan sahabatnya, Abu Bakar RA. Rasul dan Abu Bakar bersembunyi dari kejaran kaum kafir Quraisy.


Dalam kondisi terdesak, Rasulullah dan Abu Bakar memilih masuk ke Gua Tsur atas petunjuk yang diberikan Allah SWT melalui malaikat Jibril. Di gua yang berada di Jabal Tsur nan tandus itulah Rasulullah dan Abu Bakar berlindung selama tiga hari tiga malam. Upaya pengejaran kaum kafir Quraisy menemui jalan buntu manakala sampai di sekitar gua. Kendati sudah berada di depan pintu masuk gua, kaum kafir Quraisy terkecoh dengan keberadaan sarang laba-laba dan sarang burung merpati yang menutupi jalan masuk ke gua. Kaum kafir Quraisy tak melanjutkan mengejar ke dalam gua. Mereka berpandangan, tak mungkin ada orang yang sebelumnya masuk tanpa merusak sarang laba-laba dan membuat burung merpati terbang dari sarangnya. Dengan logika itu, kaum kafir Quraisy pun angkat langkah dan menghentikan pengejaran, kembali ke Kota Makkah.
Peristiwa pertolongan di Jabal Tsur serta persembunyian Rasulullah Muhammad SAW dan Abu Bakar di Gua Tsur diabadikan melalui firmah Allah SWT dalam Surat At-Taubah ayat 40. Ayat itu berbunyi: ””Bila kamu tidak mau menolong Rasul, maka Allah SWT telah menjamin menolongnya ketika orang-orang kafir mengusirnya berdua dengan sahabatnya. Ketika keduanya berada dalam gua, dia berkata kepada sahabatnya, ”Janganlah engkau berduka cita, karena Allah SWT bersama kita.” Lalu Allah SWT menurunkan ketenangan hati (kepada Muhammad) dan membantunya dengan pasukan-pasukan yang tiada tampak olehmu. Dijadikan-Nya kepercayaan orang-orang kafir paling rendah dan agama Allah SWT menduduki tempat teratas. Sesungguhnya Allah SWT Mahaperkasa lagi Mahabijaksana.”
Jabal Tsur

foto bersama dengan latarbelakang Jabal Tsur

Jabal Rahmah, Arafah, Muzdalifah, Mina

Mina adalah tanah haram yang menjadi tempat mabit bagi jemaah haji pada malam 11, 12, dan 13 Zulhijjah. Dinamakan Mina karena banyaknya darah binatang ternakan (unta, lembu dan kambing) yang disembelih sebagai dam, korban dan sedekah. Di Mina terdapat tiga jamrah yang menjadi tempat bagi jemaah haji melontar batu sebagai salah satu rangkaian ibadah Haji. Disebut Jamrah karena batu dilontar di tempat tersebut ataukarena  batu lontaran yang terkumpul di situ. 

Jamrah tersebut adalah Jamrah Sughra (Ula) yaitu yang berada berdekatan dengan Masjid Khaif dan menghadap ke arah Mina, diikuti dengan Jamrah Wusta yang jarak antara kedua-duanya kira-kira 200 meter. Jamrah terakhir adalah Jamrah Kubra (Aqobah) yang terletak kira-kira 247 meter dari Jamrah Wusta dan menghadap ke arah Mekah.

Masjid Khaif, masjid besar dan terkenal di Mina dengan kubah bersisi delapan. Khaif berarti lembah, diceritakan bahwa tujuh puluh nabi dimakamkan disini, diceritakan juga banyak nabi berdoa disini.

Muzdalifah adalah tempat bagi jemaah haji bermalam (mabit) pada malam 10 Zulhijjah. Dinamakan Muzdalifah karena banyak orang singgah di tempat itu pada tengah malam atau karena semua orang bergerak secara serentak dari tempat tersebut. Terdapat sebuah masjid di Muzdalifah yang dikenal sebagai Masjid al-Masy’ar al-Haram, yang merupakan tempat Baginda Rasulullah mengerjakan solat Maghrib dan Isya, seterusnya mabit keesokan harinya.

Arafah merupakan tempat untuk mengerjakan wukuf pada 9 Zulhijjah, dinamakan Arafah karena tempat pertemuan pertama antara Nabi Adam dan Hawa setelah mereka diturunkan ke bumi. Juga dinamakan Arafah karena di tempat itulah Malaikat Jibrail mengajar Ibrahim mengenai amalan haji. Arafah merupakan sebuah hamparan padang pasir yang luasnya kira-kira 10.4 kilometer persegi. Jarak Arafah dari kota suci Mekah ialah 21.9 kilometer dari arah tenggara Masjidil Haram. Arafah adalah tanah halal dan pemisah antaranya dengan tanah haram adalah Wadi ‘Uranah yaitu tempat di mana Nabi Muhammad menyampaikan Khutbah Arafah ketika baginda mengerjakan Haji terakhir sebelum baginda wafat pada tahun 10 Hijrah.

Masjid Namirah. Pada tanggal 8 Dzulhijah, Nabi Muhammad SAW menuju Afarah lewat Mina, bermalam di Mina hingga matahari terbit, beliau naik onta menuju Arafah dan singgah ditempat yang bernama Namirah.

Jabal Rahmah, disini terdapat pilar yang menandai titik dimana Nabi Adam AS dan Siti Hawa dipertemukan setelah terpisah di dunia. Di kaki bukit ini terdapat al-Sakhrah yaitu batu tempat Baginda Rasulullah berwukuf.

foto bersama dengan latarbelakang Jabal Rahmah

Ji'ronah
Tempat miqat yang kerap kami kunjungi adalah Jirannah. Ji’ranah merupakan nama seorang perempuan yang konon memiliki nama lain yaitu Roitoh. Bukan perempuan istimewa, melainkan perempuan bodoh yang melakukan pekerjaan sia-sia. Allah menggambarkan perempuan ini dalam Surat An Nahl ayat 92 ; ” Dan janganlah kamu seperti seorang perempuan yang menguraikan benangnya yang sudah dipintal dengan kuat, menjadi cerai berai kembali...”.

Ji’ranah merupakan sebuah perkampungan di wa’di Saraf yang berjarak sekitar 24 km dari Masjidil Harram menyusuri jalan Ma’bad. Rasullulah dan sahabatnya yang terlibat perang Hunain, pernah meninggalkan tawanan dan rampasan perang dari orang-orang hawazain. Dan usai perang, pada malam yang sama Rasullulah dan rombongan mengambil miqot di tempat ini.

Kami turun disini untuk melaksanakan sholat sunah ihram 2 rakaat, kemudian segera kembali ke bis agar masih bisa mengejar waktu sholat dhuhur di Masjidil Haram. 

Umroh Kedua
Emang bener kata orang ya, hati-hati kalo di tanah haram, entah itu ucapan, perbuatan ataupun niat sekalipun, bakal cepet diaminkan ama malaikat loooh...

Jadi ceritanya saya dan Ike udah belanja kurma di Madinah, dan kami sama-sama berniat di Mekkah ga mau belanja lagi. Pas turun di Jabal Rahmah, kami melihat ada yang jual pasmina bagus-bagus warnanya, harganya juga cuman 5 riyal. Akhirnya kami beli masing-masing empat helai pasmina. Saat kembali ke bis, belanjaan kami simpan di bagasi atas tempat duduk kami. Saat bis tiba di hotel, kami berdua sama-sama ga ingat kalo punya belanjaan di bagasi atas tempat duduk, jadinya langsung ngeloyor turun dari bis dan kembali ke kamar. Saat udah di kamar hotel, Ike baru inget belanjaan tertinggal di bis. Ya udah deh, belanjaan kami ga ketemu karena bis yang kami tumpangi langsung menuju Jeddah :-(

Bagi saya, ujiannya ga cukup sampai disitu aja. Saat perjalanan ke Masjidil Haram untuk melaksanakan umroh kedua, saya tiba-tiba dirangkul oleh orang asing, seorang ibu berjubah hitam keturunan Pakistan gitu kayaknya...Dia bertanya,"Indonesian or Malaysian?", saya menjawab,"Indonesian!". Tapi karena saya ga kenal, saya mencoba melepaskan diri dari rangkulan ibu tadi. Saat saya mencoba menjauhkan tubuh saya dari dia, saya baru terasa kalo saku gamis putih saya seperti ada yang menarik. Ternyata tangan si ibu tadi udah masuk merogoh saku gamis saya. Entah keberanian dari mana, sekuat tenaga saya menarik tubuh saya menjauh dari ibu tadi, sambil saya menahan uang dan kunci koper yang ada dalam saku gamis. Si ibu malah berteriak pake bahasa arab yang saya ga ngerti artinya. Di belakang saya juga ada dua orang bapak dan ibu yang mepetin saya, menutupi aksi si ibu yang mo ngerampok saya tadi. Kayaknya sih mereka bertiga ini komplotan maling. Saya ga peduli dengan teriakan si ibu, saya hanya fokus menyelamatkan uang dan kunci koper dalam saku, karena itu adalah sisa uang yang saya punya, rencananya untuk beli hadiah tukar kado nanti pas pulang umroh kedua. Akhirnya si ibu melepaskan tangannya dari saku gamis saya dan bergerak mundur menjauhi saya. Saya pelototin dia dan dua orang temannya, mereka bergumam pake bahasa yang saya ga ngerti.

Saya heran aja, berani banget orang jahat itu ya. Padahal itu kejadiannya di tepi jalan yang ramai, siang hari waktu dhuhur dan saya juga tidak berjalan sendirian, tapi rombongan jamaah. Emang kebetulan saat saya dirangkul ibu tadi, saya berjalan agak lambat sehingga agak tertinggal dari yang lain, tapi di depan dan di belakang saya masih ada jamaah yang lain. Begitu selesai kejadian itu, bu Nunung yang berjalan di belakang langsung menghampiri saya. Beliau ternyata melihat kejadian saya hampir dirampok, tapi dia ga berani teriak, takut penjahatnya rame. Kata bu Nunung, sebelum penjahat itu merangkul saya, ibu itu diam-diam juga udah mencoba membuka resleting tasnya Ike, tapi Ike ga sadar karena sedang ngobrol dengan mba Yulia. Begitu sadar kalo aksinya dilihat oleh bu Nunung, si ibu tadi ga jadi merogoh tasnya Ike, dia mundur.

Untung aja kejadian tadi ga membuat niat umroh saya kendor, pokoknya ga boleh takut ama manusia, takutnya ama Allah aja! Huuffftt...

Alhamdulillah umroh kedua yang dibimbing oleh ustadz Bahrain ini berjalan lancar, walaupun ditengah matahari yang terik, tetep bisa khusyuk beribadah. Selesai umroh kedua dan sholat ashar di Masjidil Haram, kami berjalan pulang ke hotel. Karena inget belum beli kado, dan mba Yulia juga mo ngambil uang di atm, akhirnya kami mampir-mampir dulu di mall di bawah hotel Hilton. Saya penasaran pengen nyoba ngambil uang di mesin atm disana pake kartu atm Mandiri saya, ternyata bisa! Walopun tabungan saya rupiah, uang yang keluar dari mesin atm tetep riyal...dasar saya aja yang ndeso hihihihi.... :D

Rabu, 14 Maret 2012
Jam 3 dini hari, dengan dibimbing oleh ustadz Wahidin, kami berangkat ke Masjidil Haram untuk melaksanakan thawaf sunah sepertiga malam. Berbeda dengan thawaf biasa yang bacaan tiap putarannya dibimbing oleh ustadz, kali ini kami baca doanya masing-masing. Putaran pertama berdoa minta ampun sama Allah, putaran kedua berdoa mengucapkan syukur atas nikmat Allah selama ini, putaran ketiga shalawat untuk Rasulullah, putaran keempat berdoa mohon ampunan bagi kedua orangtua, putaran kelima hingga ketujuh doa bebas sesuai dengan hajat masing-masing.

Selesai thawaf, kami sholat sunnah dan berdoa di shaf yang lurus menghadap Ka'bah di bagian yang ada pancuran emas, salah satu tempat mustajab untuk berdoa. Saya dan beberapa orang jamaah wanita sengaja berlama-lama sholat dan berdoa disini, sambil menunggu waktu sholat shubuh, dengan harapan bisa sholat shubuh di shaf dekat Ka'bah. Ternyata menjelang waktu shubuh kami diusir oleh askar, disuruh pindah ke shaf khusus wanita, yaaah....kecewa hiks :-(

Hari Terakhir di Mekkah
Setelah sarapan, final packing untuk check out, kami masih punya waktu untuk ziarah ke tempat-tempat sekitar Masjidil Haram.

Jabal Abi Qubais
Jabal abi qubais adalah bukit yang letaknya sangat dekat dengan Masjidil Haram dan berhadapan dengan bukit Shofa. Ia merupakan gunung yang pertama kali diciptakan Allah dimuka bumi setelah penciptaan baitullah Ka’bah.

Jabal Abi Qubais atau yang lebih dikenal oleh orang Indoneisa dengan nama Jabal Qubais, mempunyai ketinggian 420 meter. Dulu di atas puncak bukit tersebut ada sebuah masjid kecil yang dinamakan Masjid Bilal.  Bukit ini menurut ulama Makkah merupakah bukit mulia karena berdekatan dengan Ka’bah dan menghadap ke bukit Shofa. Ada riwayat yang menyatakan bahawa Jabal Abi Qubais adalah gunung / bukit pertama yang diciptakan Allah dimuka bumi kemudian terpencar darinya jabal jabal lainya.

lokasi Jabal Abi Qubais tepat di sebelah kanan atas tempat kami berjalan ini
Banyak peristiwa bersejarah berkait dengan Jabal Abi Qubais. Jabal Abi Qubais dikenal juga dengan nama Jabal al-Amin (bukit kepercayaan / bukit penyimpan amanah), kerena Allah telah mengamankan Hajar Aswad di bukit ini pada waktu datangnya air bah di zaman nabi Nuh as. Tatkala nabi Ibrahim as membangun Baitullah, Hajar Aswad dikeluarkan kembali dari Jabal Abi Qubais lalu dibawa oleh Jibril as dan serahkannya kepada nabi Ibrahim as untuk disimpan disudut Ka’bah.

Selain dari pada itu, diriwayatkan juga bahwa batu-batu yang digunakan untuk membangun Baitullah oleh nabi Ibrahim as diambil dari Jabal Abi Qubais dan Jabal al-Ka’bah. Setelah nabi Ibrahim ra selesai membangun Ka’bah, ia naik ke atas jabal Abi Qubais. Dari atas bukit ini ia berseru:

وَأَذِّن فِي ٱلنَّاسِ بِٱلْحَجِّ يَأْتُوكَ رِجَالاً وَعَلَىٰ كُلِّ ضَامِرٍ يَأْتِينَ مِن كُلِّ فَجٍّ عَميِقٍ

” Dan berserulah kepada manusia untuk mengerjakan haji, niscaya mereka akan datang kepadamu dengan berjalan kaki, dan mengendarai unta yang kurus yang datang dari segenap penjuru yang jauh” (al-Hajj: 27)

Banyak juga riwayat yang menyatakan bahwa mukjizat Rasulallah saw membelah bulan terjadi di Jabal Abi Qubais. Kafir Quraisy telah meminta kepada Nabi saw untuk membuktikan kenabiannya agar beliau membelah bulan. Maka dengan kekuasaan Allah beliau telah membelah bulan menjadi dua belahan dengan tunjukan jari beliau. Peristiwa hebat ini telah disaksikan oleh kaum musyrikin Makkah bahwa bulan benar-benar terbelah dua, satu belahan berada di atas Jabal Qubais, dan belahan kedua bergerak kearah Jabal Qaiu’an atau Qu’aiqu’an yang terletak berhadapan dengan bukit Marwa.

Rumah Kelahiran Rasulullah saw, Masjid Abu Hurairah, Masjid Jin dan Ma'la

Rumah Nabi Muhammad saw ketika membina rumah tangga bersama Khadijah. Saat ini (konon) berada di bawah tiang lampu. Banyak orang membaca Al Qur’an di sini untuk menghormat dan tabaruk kepada baginda Nabi saw.

Rumah Kelahiran Nabi Muhammad saw (Maulid Nabi) yang terletak berdekatan dgn tempat mengerjakan Sa’ie, arah timur Masjidil Haram. Kawasan ini dikenali sebagai Suq al-Layl atau Shib Ali. Kini, dibangun sebuah perpustakaan dengan nama “Maktabah Makkah Al-Mukarramah”.

Pemakaman Ma’la yang terletak dalam lingkungan satu kilometer dari arah utara Masjidil Haram yang keseluruhannya menghadap ke arah Kaabah. Di sini bersemadinya jasad Sayidatina Khadijah ra, isteri Rasulullah saw, para sahabat dan ulama besar. Mereka yang dimakamkan disini antara lain : Abdul Muthalib (kakek Nabi Muhammad saw), Abu Thalib (Pamann Nabi), Siti Khadijah (isteri pertama Nabi), Qasim (putera pertama Nabi saw yang meninggal saat masih bayi). Di pemakaman ini juga digunakan untuk jamaah haji yang wafat di tanah suci ini.

Masjid Jin, saat Nabi Muhammad membaca Al Quran disini,sekelompok Jin yang lewat mendengarnya. Mereka kemudian berbaiat dan masuk Islam. Cerita ini diabadikan juga didalam Al Quran.

ziarah terakhir ini berangkatnya full jalan kaki dooonk...
foto bersama dengan background Maktabah Makkah Al-Mukarramah
sambil nunggu jamaah cowok masuk melihat makam, jamaah cewek narsis2an dulu nih di Ma'la :-)
Karena kami semua udah kecapekan jalan saat berangkat tadi, juga agar tidak terlambat sampai di hotel, kami akhirnya urunan nyewa mobil, atau lebih tepatnya angkot kali ya klo disana....Awalnya kami nekat nyetop bis, tapi ternyata bisnya ga lewat jalan dekat hotel kami...Dan inilah pengalaman seru empet-empetan dalam mobil, but we're all enjoy it :D

pengen tau gimana rasanya? coba aja mobil L300 diisi 13 orang :D
Sesampainya di hotel kami langsung bersiap ke Masjidil Haram untuk melaksanakan sholat dhuhur sekalian thawaf wada'. Sedih dan berat rasanya harus meninggalkan tanah suci, semoga Engkau undang kami kembali Ya Allah....Amin...

Selamat tinggal Makkah Al Mukarramah, Makkah Yang Dihormati...Semoga amal ibadah kami semuanya diterima disisi-Nya, diijabah segenap doa dan harapan, dipanjangkan umur agar bisa hadir kembali ke tanah suci ini...Amin...

Saturday, March 24, 2012

Madinah Al Munawarah

Kamis, 8 Maret 2012
Perjalanan Doha - Jeddah ditempuh dalam waktu kurang lebih 2 jam aja. Saat turun dari pesawat dan memasuki bandara King Abdul Aziz, kami tidak menyangka bahwa pemeriksaan di bandara ini akan jauh lebih ketat daripada bandara NDIA, sehingga sempet kaget juga saat di pintu keluar setelah imigrasi, semua passport jamaah kami diambil dan dibawa oleh dua orang petugas bandara. Untungnya perwakilan Mihrab Qolbi yang di Jeddah udah menunggu kami diluar sehingga beliau yang langsung berhubungan dengan petugas bandara tersebut. Sekitar 2 jam kami menunggu di bandara, hingga semua passport kami bisa release dan kami pun segera menuju bis yang akan membawa kami ke Madinah.

Oia, pas nunggu urusan passport tadi, ga sengaja saya lihat sepasang suami istri serta seorang balita muslim Nigeria sedang jalan di depan kami. Saya lambaikan tangan ke arah balita itu, eh ternyata balitanya bales lambaian tangan saya sambil berlari ke arah saya dan huuupp! begitu nyampe dia langsung memeluk saya....hoooo....co cwiiiit :D Jadi deh balita ini jadi sasaran peluk dan cium kami, ga lupa foto-foto dunks hehehe....untung emak-bapaknya kagak marah, cuman nungguin dari jauh....

 Perjalanan darat Jeddah - Madinah ditempuh dalam waktu kurang lebih 6 jam. Saat bis mulai memasuki kota Madinah, jamaah dibangunkan oleh ustadz agar bersama-sama membaca doa memasuki kota Madinah.

Ya Allah,
negeri ini adalah tanah haram RasulMU Muhammad SAW,
maka jadikanlah penjaga bagiku dari neraka,
aman dari siksa dan buruknya hisab
[Doa masuk kota Madinah]

Perasaan pertama yang hinggap dalam qolbu saya adalah tenang dan damai....Sepanjang perjalanan dari batas kota Madinah tadi hingga sampai di hotel, ustadz Wahidin mengajak semua jamaah untuk berdoa dan bersholawat kepada Rasulullah saw. Bibir saya pelan mengikuti doa dan sholawat yang dibimbing oleh ustadz, qolbu saya pasrah dalam ketenangan dan kedamaian yang luar biasa. Tiap orang punya caranya sendiri menikmati saat-saat itu, bahkan seorang ibu yang duduk didepan saya sampai nangis sesenggukan dan agak histeris sih menurut saya, tapi yaah...mungkin itulah gejolak qolbu yang beliau rasakan saat itu.....

Bis bergerak semakin dekat dengan hotel, ustadz menunjukkan menara masjid yang kami lihat terang benderang itulah menara masjid Nabawi, subhanallah....Di salah satu bagian masjid Nabawi terletak Raudhah, salah satu tempat yang mustajab untuk berdoa, lanjut ustadz. Tiba-tiba Ike yang duduk disebelah saya bertanya, apa itu Raudhah? Saat saya akan menjawab pertanyaan itu, tiba-tiba tenggorokan saya tercekat, saya tidak mampu mengeluarkan suara walaupun bibir saya berusaha bergerak mengucapkan sesuatu, mata saya panas oleh bulir-bulir airmata dan dada saya bergetar. Ike bingung melihat saya yang tiba-tiba menangis. Saya berusaha sekuat tenaga menahan diri saya agar tidak histeris, walopun badan saya udah menggigil menahan rasa haru yang belum pernah saya rasakan sebelumnya. Saya nikmati saja bulir-bulir airmata yang mengalir sambil melihat ke arah luar jendela, dalam hati saya terus bersholawat sambil menenangkan diri.

Jum'at, 9 Maret 2012
Jam 00.15 kami tiba di tempat kami menginap selama di Madinah, Al Eiman Taibah hotel. Setelah pembagian kamar dan pengumuman singkat dari ustadz mengenai jadwal kegiatan esok hari, semua jamaah langsung menuju kamar untuk istirahat. Jam 3.30 kami berkumpul kembali, kemudian bersama ustadz Wahidin dan ustadz Bahrein (ini sih ngakunya bukan ustadz, hanya muthawwif aja krn beliau mahasiswa Indonesia yang masih menimba ilmu di tanah Arab hehehe...), kami berjalan dari hotel menuju masjid Nabawi. Sebelum berangkat, ustadz memberikan sedikit pengarahan mengenai rute dari hotel ke masjid Nabawi dan menganjurkan agar tidak bawa kamera atau ponsel berkamera, karena pemeriksaan oleh askar di pintu masuk masjid cukup ketat, terutama di pintu masuk jamaah wanita. Sebenernya sih bisa aja klo mo akal-akalan ama askar, kamera ato ponsel berkamera dimasukin dalam kaos kaki, tapi karena emang niat di Madinah dan Makkah hanya fokus ibadah aja, saya ga berani mencoba trik itu hehehe....

Hanya berjalan kaki kurang lebih 5 menit aja, kami sampai di halaman masjid Nabawi, subhanallah....indah, bersih dan tenang sekali suasananya....By the way, ada yang tau ga artinya Madinah Al-Munawarah itu? Yuuup....betuuul...artinya Madinah yang Bersinar ^_^ Karena saya ga sempet foto masjid Nabawi dari angle yang bagus, ini saya share fotonya yang saya copas dari mbah google ;p

Kami masuk melalui gerbang halaman belakang masjid yang paling dekat dengan hotel Movenpick, kemudian berjalan ke sisi paling kanan belakang masjid, yaitu pintu Umar bin Khattab yang merupakan salah satu pintu masuk khusus bagi wanita dan anak-anak. Saat kami berjalan dari gerbang halaman masjid menuju ke pintu masuk masjid, payung-payung raksasa di halaman masjid pelan-pelan mengembang dan terbuka. Subhanallah.....indah sekali, seperti hendak menyambut kedatangan kami hehehehe....ge-er :D

Ternyata benar, pemeriksaan askar wanita cukup ketat, tas kami dibuka dan dirogoh ampe kedalam, termasuk tas sepatu. Sempet kaget juga karena askarnya bisa beberapa kata bahasa Indonesia, dengan nada tinggi askarnya berkata,"buka Ibu...buka...periksa...periksa....!" Oooh...maksudnya dia meminta kami yang berwajah melayu ini agar membuka tas untuk pemeriksaan hehehe....Kami sengaja mengambil shaf belakang agar lebih dekat pintu keluar. Mungkin juga karena baru pertama kali masuk masjid Nabawi, rasanya masih canggung dan takjub dengan keindahan masjid ini. Tiap pintu dihiasi dengan kuningan, juga rak Al-Quran yang tersusun dan diatur rapi didalam masjid terbuat dari kuningan, dibagian bawah tiap pilar masjid dikelilingi oleh lubang bersekat yang berfungsi menyalurkan pendingin udara kedalam masjid. Disekeliling shaf sholat berbaris rapi tong dispenser air zam-zam, bisa diminum ditempat ato diisi dalam botol minum yang kita bawa.

Di masjid Nabawi, adzan subuh dikumandangkan dua kali, adzan yang pertama kira-kira satu jam sebelum waktu subuh. Setiap selesai sholat fardhu, selalu ada sholat sunah jenazah, sebagaimana juga di Masjidil Haram. Karena keutamaan sholat di masjid Nabawi ini, dianjurkan untuk memperbanyak sholat disini, termasuk sholat sunnah.
“Shalat di masjidku ini [Masjid Nabawi] lebih utama 1.000 kali dibanding shalat di masjid lainnya kecuali di Masjidil Haram dan shalat di Masjidil Haram lebih utama 100.000 kali shalat daripada masjid lainnya.” [HR Ahmad Ibnu Huzaimah dan Hakim].

Dari berbagai sumber, saya coba sharing denah dan referensi mengenai masjid Nabawi nih:
garis putus-putus warna kuning adalah area Raudhah dan sekitarnya

Keterangan :

A. dari arah Bab As-Salam (Gate #1)
B. Mihrab Hanafi
C. Mimbar Rasulullah
D. Tempat Bilal / Muazzin
E. Mihrab Nabawi / Mihrab Rasulullah
F. Mihrab Utsmani
G. Batas Rumah Rasulullah
H. Ruang Aishah RA / Ruang Makam
I. Ruang Fatimah RA
J. Panggung di sekitar Mihrab Tahajjud
K1. Tempat Ahl Suffah sebelum perluasan 7 H
K2. Tempat Ahl Suffah setelah perluasan 7 H
K3. Panggung Tempat Petugas Keamanan / Sebagian menganggap ini tempat Ahl Suffah
L. Bab An-Nisa
M. Bab Jibril
N. Bab Baqi(Gate #41)
P. Bab Al Rahmah
Q. Bab Abu Bakar Siddiq

1. Makam Rasulullah SAW
2. Makam Abu Bakr RA
3. Makam Umar Ibn Al-Khattab RA
4. Tempat kedatangan malaikat Jibril ketika menyampaikan wahyu kepada Rasulullah SAW
5. Dinding Ruang Makam / Kamar Aishah RA
6. Dinding makam segilima, dibangun Umar Ibn Abd Aziz
7. Dinding makam segilima lapis ke dua, dibangun Sultan Qait Bay dari Mesir
8. Kubah kecil tepat di atas ruang makam
9. Lingkaran kubah Al Zarqa
10. Lingkaran kubah Al Khadra(Kubah Hijau)
11. Lubang besar searah makam Rasulullah SAW
12. Lubang kecil searah makam Abu Bakr RA
13. Lubang kecil searah makam Umar Ibn Al-Khattab RA
14. Raised platform untuk petugas / askar (data gak akurat berdasarkan ingetan aja)
15. Tiang As-Sarir (tempat tidur)
16. Tiang Al-Hirs (pengawal)
17. Tiang Al-Wufud (utusan)
18. Mihrab di Ruang Fatimah RA, dibangun Sultan Qait Bay dari Mesir
19. Mihrab Tahajjud
20. Mihrab tempat Rasulullah SAW shalat berjamaah dengan Ahl Suffah
99. Garis pembatas jemaah wanita pada saat sebagian raudhah khusus untuk jemaah wanita


Raudhah
Agenda hari ini adalah ziarah Raudhah dan makam Baqi. Raudhah dianggap sebagai taman-taman surga, sebagaimana disebutkan dalam sebuah hadits yang diriwayatkan Abu Hurairah. Rasulullah bersabda, “Di antara rumah dan mimbarku adalah taman dari taman-taman surga, dan mimbarku di atas telagaku”. Para ahli hadits menafsirkan taman surga  sebagai tempat Allah SWT menurunkan rahmat dan kebahagian-Nya karena dilakukan zikir serta pemujaan kepada Allah.

Setelah sarapan, kami jamaah wanita segera berkumpul bersama ibu Syam, muthawwif yang akan memandu kami ke Raudhah. Karena ini adalah hari Jum'at, maka batas waktu untuk jamaah wanita lebih sempit. Jam 7.30 kami masuk melalui Bab Ustman bin Affan sambil membaca sholawat dan doa,"Ya Allah, berikanlah kepadaku rahmat dari sisi-Mu", seperti yang diajarkan oleh muthawwif. Kami masuk hingga shaf terdepan, kemudian sholat sunah tahiyatul masjid dan sholat dhuha. Tidak lama setelah kami sampai di shaf terdepan ini, dibelakang kami askar sudah menutup akses masuk Raudhah. Kami duduk menunggu disini sambil mendengarkan penjelasan dari muthawwif. Berdoalah dari hati, pake bahasa apa aja Allah ngerti kok, yang penting minta 4 hal: dibebaskan dari azab kubur, dibebaskan dari api neraka, dijauhkan dari fitnah hidup dan fitnah mati, dijauhkan dari fitnah dajjal; demikian muthawwif membagikan sedikit tips berdoa di Raudhah.

Pelan-pelan jamaah kami mulai bergeser mendekati Raudhah dan bergabung dengan jamaah melayu lainnya, menunggu giliran dipanggil oleh askar. Untuk menjaga ketertiban masuk ke dalam Raudhah, askar membagi kelompok-kelompok berdasarkan suku bangsa. Tujuannya agar tidak ada yang terdzalimi saat desakan-desakan masuk ke Raudhah. Bayangin aja klo bangsa melayu yang badannya kecil-kecil mesti sikut-sikutan ama bangsa arab yang badannya besar. Jika ada jamaah yang ga sabaran pengen cepet-cepet masuk, askar langsung berteriak,"duduk ibu...duduk...!!" Muthawwif kami pun berulang kami mengingatkan untuk bersabar, pasti dapat gilirannya, dan yang penting jangan lengah, kadang jamaah dari bangsa lain suka menyusup seenaknya kedalam kelompok bangsa melayu. "Assalammu'alaika Ya Rasulullah, Assalamu'alaika Ya Nabiyullah, Assalammu'alaika Ya Habibullah; Assalammu'alaika Ya Abu Bakar Shiddiq; Assalammu'alaika Ya Umar bin Khattab", itu adalah ucapan salam yang diajarkan oleh muthawwif saat kami mulai mendekati Raudhah dan makam Rasulullah serta dua dari empat Khulafaur Rasyidin ini. Hati saya semakin bergetar, ga mampu menahan tangis saat mengucapkan salam tersebut. Rindu...rindu...rindu kami padamu Ya Rasulullah.....

Sekitar jam 10 pagi kelompok bangsa melayu mulai dipanggil masuk menuju Raudhah. Ga sabar rasanya ingin menginjakkan kaki dan menumpahkan segala doa di Raudhah. Saat memasuki bangunan masjid Nabawi yang asli (sebelum perluasan), saya mencium bau wangiiii sekali....subhanallah....Semakin kedalam, jamaah semakin berdesak-desakan. Tiba-tiba ada askar yang berteriak dekat kami,"Raudhah sana ibu....sana...sana Raudhah" sambil mengarahkan tangannya ke sisi kanan depan kami. Saya menarik tangan Ike, bergerak ke kanan depan mengikuti arahan sang askar. Dan begitu melihat kebawah, ternyata kaki kami sudah berada diatas karpet hijau, inilah Raudhah! Allahu Akbar! Begitu melihat ada tempat kosong di shaf depan karpet hijau ini, saya menarik tangan Ike untuk pindah ke shaf depan, sebab kata muthawwif jika sholat dan berdoa di shaf belakang lebih cepat diusir oleh askar. Jika ingin berlama-lama, pilihlah shaf terdepan. "Keluar ibu...keluar! sana keluar ibu!", demikian teriakan askar yang mengusir jamaah yang udah selesai sholat di tapi masih terlihat duduk di karpet hijau. Alhamdulillah saya bisa menunaikan sholat sunah sebanyak 4 rakaat disini, menumpahkan segenap doa dalam sujud-sujud terakhir saya, hingga setelah selesai sholat pun badan saya masih menggigil karena rasa haru yang tak terperi. Sambil berjalan keluar saya coba untuk menenangkan diri, saya minum air mineral dari Jeddah yang saya bawa dalam tas, sempat hampir tersedak, karena bingung, kenapa rasanya seperti air zam-zam? padahal saya belum menambahkan air zam-zam kedalam botol ini? Wallahu'alam bishawab....

Makam Baqi
Selesai dari Raudhah, jam udah menunjukkan pukul 11 siang. Karena terbatasnya waktu, jamaah wanita tidak sempat untuk ziarah ke makam Baqi. Baqi sebenarnya berarti sebidang tanah lembut tanpa batu dan kerikil. Tanah semacam ini paling baik untuk lokasi kuburan yaitu jenis tanah yang jarang terdapat di Madinah. Maka dari zaman dahulu penduduk Madinah memanfaatkan Baqi sebagai tempat pemakaman umum.
courtesy of http://triedpie.wordpress.com

Baqi terletak ditengah-tengah kota Madinah yang sekarang memiliki luas kurang lebih 138.000 meter persegi. Di perkuburan, yang dibatasi pagar tembok yang beruji ini, terdapat makam lebih dari 10.000 sahabat Nabi termasuk Usman Bin Affan (Khalifah III), Abbas bin Abdullah (paman Nabi) dan Hasan bin Ali (cucu Nabi). Juga Halimatus Sa'diyah (Ibu susuan Rasullah), putra-putri dan semua isteri Beliau, kecuali Siti Khadijah di Ma'la dan Maimunah di daerah Zam'un.

Sekarang ini, siapapun yang meninggal di Madinah boleh dimakamkan di sini termasuk Jama'ah Umroh dan Haji dari seluruh pelosok dunia. Keistimewaan tempat pemakaman ini adalah Nabi pernah berdo'a agar semua yang dimakamkan di sini diampuni dosanya oleh Allah.

Sholat Jum'at di Masjid Nabawi
Sholat Jumat bagi wanita di Indonesia emang ga lazim, tapi berbeda dengan tanah suci ini. Jamaah wanita boleh ikut sholat Jumat didalam masjid, niatnya bukan fardhu ataupun sunah, tapi sholat sebagaimana imam/mengikuti imam.

Setelah keluar dari Raudhah, kami masuk kembali kedalam masjid, dibagian shaf jamaah wanita. Walopun ga ngerti isi khutbah Jumat yang disampaikan dalam bahasa arab itu, tapi tetep aja saya terharu, saat sang khotib membaca beberapa petikan ayat Al Quran sambil tersedu-sedu suaranya menahan tangis. Ya Allah, sungguh berbahagia orang-orang yang hatinya selalu tunduk pada-Mu....

Setiap selesai waktu sholat, diluar pagar halaman masjid Nabawi selalu banyak pedagang yang menggelar dagangannya, mulai dari yang beralaskan kain ampe yang pake gerobak. Dagangannya macem-macem, mulai dari jilbab, pakaian, pasmina, tas, minyak wangi, tasbih, dll. "Lima riyal...lima riyal!! Khamsa riyal...khamsa riyal!!" itulah teriakan khas para pedagang tersebut. Tapi ada satu yang paling menarik hati saya, setiap berangkat dan pulang sholat yaitu penjual siwak yang berjualan disamping luar pintu masuk halaman masjid. Seorang bapak tua dan dua orang anak perempuannya yang mungkin baru berusia 10 tahun. Menyesal sekali saya belum sempat membeli siwak disitu ampe hari terakhir saya di Madinah.....Ya Allah, berikanlah kepada mereka, rahmat dari sisi-Mu....

Sabtu, 10 Maret 2012

Agenda hari ini adalah ziarah kota Madinah, yaitu masjid Quba, kebun kurma, Jabal Uhud, Masjid Qiblatain, masjid Khandaq.
foto satelit kota Madinah, courtesy of mbah google
Masjid Quba
Terletak di daerah Quba, sekitar 5 km sebelah selatan Madinah. Waktu Nabi Saw berhijrah ke Madinah, orang pertama yang menyongsong kedatangan Rasulullah adalah orang-orang Quba. Di sini Nabi Saw menempati rumah Kalsum bin Hadam, kemudian Rasulullah saw pun mendirikan masjid di atas sebidang tanah milik Kalsum. Di masjid ini lah yang pertama kali diadakan shalat berjemaah secara terang-terangan. 

Masjid Quba adalah masjid yang pertama kali didirikan oleh Rasulullah Salallahu alaihissalaam setelah beliau berhijrah ke Madinah. Lalu setiap Sabtu, beliau mendatangi masjid ini dengan berjalan kaki atau menunggang unta. Bila kita datang ke masjid Quba lalu sholat sunnah 2 rakaat, apa saja, dikatakan pahalanya sama dengan pahala orang yang berumroh (Hadits Al Tarmidhi).

Kami sempatkan untuk turun dan sholat sunah di masjid Quba. Susah payah kami berusaha masuk ke pintu masjid yang khusus wanita, karena dari arah berlawanan juga banyak jamaah yang berusaha keluar dari pintu masjid. Karena lantai 1 udah penuh sesak jamaah yang sholat, akhirnya kami naik ke lantai 2, ternyata masih banyak shaf kosong sehingga kami bisa sholat dengan leluasa. Setelah selesai sholat, kami turun dan menuju pintu yang sama untuk keluar melalui jalan yang sama saat kami masuk tadi. Desakan-desakan dari arah berlawanan terjadi lagi seperti saat masuk tadi, tapi kali ini lebih menakutkan. Kami yang badannya kecil-kecil tidak hanya terdorong ampe ke tembok masjid, tapi juga ampe tergencet dan sesak napas, bahkan salah seorang bude dari Surabaya ampe jatuh terduduk diantara kerumunan manusia yang saling dorong-dorongan itu. Berkat pertolongan Allah, sang bude berhasil diangkat oleh seorang ibu dari Malaysia yang berdiri di dekat bude. Tangan saya langsung menggapai bude untuk membantunya berdiri, karena saat yang bersamaan juga badan saya terdorong ke tembok dan dihimpit oleh jamaah bangsa lain yang badannya besar-besar. Sekitar 15 menit kami berjuang untuk keluar dari kerumunan manusia yang saling dorong-dorongan itu.

Setelah berhasil keluar, kami saling mengecek kondisi diri sendiri dan jamaah wanita yang lain. Ternyata ibu mba Yulia ampe shock karena kejadian dorong-dorongan tersebut. Banyak dari kami yang kehilangan sandal, bahkan bu Nunuk, karena melindungi kedua anaknya dari himpitan manusia tadi, tidak sadar klo dompet dalam tasnya raib. Innalillaahi wa innailaihi raajiun...

Pelajaran dari kejadian tersebut adalah, selalu berhati-hati saat kondisi ramai atau desakan-desakan, selalu posisikan tas di bagian depan badan kita, jangan bawa semua uang dan dompet saat bepergian, perhatikan tanda atau penunjuk arah masuk dan keluar masjid/tempat yang kita kunjungi, dan yang paling penting, apapun kejadiannya, selalu kembalikan semua urusan pada Allah dan pasrah.....laa hawla walaa quwwata illaa billaahi....

Kebun Kurma
Kami mampir disini hampir setengah jam. Begitu turun bis, saya ngikut aja jamaah yang lain masuk ke dalam toko kurma. Saking asyiknya lihat-lihat berbagai macam jenis kurma yang dijual, ampe ga terasa waktunya udah habis, jadi ga keburu dech lihat kebun kurma yang berada dibelakang tokonya hiks ;-( 
Masjid Qiblatain
Masjid tersebut mula-mula dikenal dengan nama masjid Bani Salamah karena dibangun di atas bekas rumah Bani Salamah. Pada tahun ke 2 H waktu Zhuhur di masjid tersebut tiba-tiba turunlah wahyu surat Al-Baqarah ayat 144. Dalam shalat tersebut mula-mula Rasulullah Saw menghadap ke arah Masjidil Aqsa, tetapi setelah turun ayat tersebut, beliau menghentikan sementara, kemudian meneruskan shalat dengan memindahkan arah kiblat menghadap ke Masjidil Haram. Dengan terjadinya peristiwa tersebut akhirnya masjid ini diberi nama masjid Qiblatain yang berarti masjid berkiblat dua. 

Masjid Khandaq
Khandaq berarti parit. Dalam sejarah Islam yang dimaksud Khandaq adalah peristiwa penggalian parit pertahanan sehubungan dengan peristiwa pengepungan kota Madinah oleh kafir Quraisy bersama sekutu-sekutunya. Peninggalan Perang Khandaq yang ada hanyalah berupa lima buah pos penjagaan pada peristiwa Khandak yang sekarang dikenal dengan nama Masjid Sab’ah atau Masjid Khamsah. 

Jabal Uhud
Jabal Uhud adalah nama sebuah bukit terbesar di Madinah. Letaknya sekitar 5km di sebelah utara pusat kota Madinah. Di lembah bukit ini pernah terjadi perang dahsyat antara kaum Muslimin sebanyak 700 orang melawan kaum musyrikin Mekah sebanyak 3.000 orang yang dinamakan Perang Uhud. Para syuhada yang tewas di Uhud dimakamkan di tempat tersebut di pemakaman yang dikelilingi tembok. 
Jabal Uhud nun di depan sana
foto bareng di depan makam syuhada Uhud
foto bersama keluarga Surabaya....hadeeuuh...Dimas motret apa siyy??
foto bareng ustadz...weeek ;p
bukit Ainain, tempat bersembunyi pasukan pemanah muslim perang Uhud

Jamaah tiba kembali di hotel untuk selanjutnya melaksanakan sholat dhuhur. Ba'da ashar, jamaah berkumpul kembali untuk taushiyah dan pemantapan manasik umroh.

Minggu, 11 Maret 2012

Hari ini adalah terakhir kami berada di Madinah. Berat rasanya meninggalkan kota yang tenang dan damai seperti ini. Sholat subuh terakhir disini, saya beranikan diri membawa ponsel kamera, saya simpan dalam saku celana dibalik mukena saya.
saat payung-payung raksasa mulai terbuka
women's prayer area, Bab Umar bin Khattab

Emang wajah saya ga berbakat untuk jadi tukang bo'ong yah ;p pas mo masuk pintu masjid, tumben-tumbennya askar yang biasanya cuman merogoh tas, pas yang ini kok ya ampe menggerayangi saku celana saya, begitu dia menyentuh saku celana tempat saya menyimpan ponsel, dengan bahasa tangan sang askar langsung menyuruh saya mundur, menunjuk ke arah tempat penitipan barang. Saya sempet gemeteran saat ketahuan itu, tapi tetep ga kekurangan akal. Ponsel saya simpan di dalam baju bagian perut, trus saya coba masuk lewat pintu disebelahnya. Syukurnya askar di pintu hanya memeriksa tas aja, jadi saya aman masuk ke dalam masjid, pfiiuuuuh.....lega.... :D

Jam 6 pagi jamaah berkumpul di halaman masjid untuk ziarah perpisahan dengan Nabawi. Kami diajak keliling masjid sambil mendengarkan penjelasan ustadz sekaligus bersholawat.
di depan bangunan asli masjid Nabawi, dibawah kubah hijau itulah terletak makam Rasulullah saw

Jam 9 pagi semua koper sudah dikeluarkan dari kamar, persiapan check out dari hotel. Sebelum sholat dhuhur semua jamaah sudah mandi sunah ihrom. Saat menaiki bis menuju Makkah, semua jamaah sudah berpakaian ihrom. Jam 3 sore bis mulai bergerak dari hotel, tidak sampai setengah jam kemudian kami tiba di Bir Ali (Dzul Hulaifah), ini merupakan tempat miqot terdekat dari Madinah. Kami semua turun untuk melaksanakan sholat sunah ihrom, dan sebelum kembali ke bis, tak lupa foto-foto juga dunks :D
nasib jadi fotografer, selalu ga ada dalam foto pas bareng begini....hiks ;-(
ustadz laris ya jadi model fobar (foto bareng) ;p

Kembali kedalam bis, ustadz Wahidin membimbing jamaah membaca niat umroh dan bacaan talbiyah:

"Labbaik Allahumma Umratan"
Artinya: Ya Allah kami datang memenuhi panggilan-Mu untuk berumrah

Atau,

"Nawaitulumratan wa ahromtu biha lillahi ta'ala"
 Artinya: Saya berniat melakukan umrah dan berihram dengannya karena Allah ta'ala


Maka mulai berlakulah semua larangan selama berihram...

Bis terus melaju menyusuri jalan Madinah - Makkah yang sudah diaspal mulus. Dulunya, jalan ini hanyalah gurun pasir tandus dan panas, yang dilewati Rasulullah saw saat hijrah dari Makkah ke Madinah dengan mengendarai hewan kesayangannya, unta. Sambil mengenang beratnya perjuangan Rasulullah saw untuk mempertahankan agama Allah dan menyiarkannya ke segenap umat manusia, lisan kami tak putus-putus membaca talbiyah:

"Labbaik Allahumma Labbaik"
Artinya: Kami memenuhi dan akan melaksanakan perintah-Mu ya Allah
"Labbaika La Syarika Laka Labbaik"
Artinya: Tiada sekutu bagi-Mu dan kami insya Allah memenuhi panggilan-Mu
"Inna Al Hamda Wa An Ni'mata Laka Wa Al Mulka La Syarika Laka"
Artinya: Sesungguhnya segala pujian, nikmat dan begitu juga kerajaan adalah milik-Mu dan tidak ada sekutu bagi-Mu
pesona sunset di gurun pasir

One Day Transit in Doha, Qatar

Pernah mengalami perjalanan dengan kendaraan hingga 8 jam lebih? Gimana rasanya?

Hmm...pegel, capek, bosan....mungkin itu yang biasanya dirasakan ya...Apalagi klo di kendaraannya hanya bisa duduk diam aja, ga bisa jalan-jalan ato menggerakkan badan...weew...mesti tempelin koyo dileher, punggung dan pinggang dah supaya ga kaku hehehe....

Tapi klo perjalanannya menuju ke suatu tempat yang sama sekali belum pernah kita kunjungi, tempat yang awalnya hanya pernah kita lihat gambar atau fotonya aja, tempat yang kita impikan? Wow...jawabannya bisa macem-macem yaaa.....

Ini juga yang saya alami saat berangkat umroh kemarin. Tepat jam 00.30 wib pesawat mulai menerbangkan kami ke angkasa (lebay deh bahasanya hehehe....). Beruntung maskapai Qatar Airways yang kami tumpangi ini memberikan layanan yang sangat memuaskan, sehingga perjalanan sekitar 9 jam kami habiskan dengan tidur hehehe....ga juga sih, ada juga yang bangun utk sholat, ada yang nonton film dari layar LCD masing-masing, dan yang pastinya saat jam makan semuanya pada bangun hehehehe...

courtesy of www.qatarisbooming.com

Catatan saya selama perjalanan berangkat dan pulang dengan Qatar Airways, jadwalnya selalu ontime dan pramugari/pramugaranya cantik & ganteng....uppss, maksudnya cekatan mengatur penumpangnya yang berasal dari berbagai negara.

Sekitar jam 5.30 subuh waktu Doha (selisih waktu 4 jam dari wib), pesawat mendarat dengan mulus. Begitu keluar pintu pesawat, hwaaaa....angin dingin langsung menyergap tubuh kami. Yup, bulan Oktober hingga April adalah musim dingin di Qatar. Karena udah hampir penghujung musim, dingin yang kami rasakan tidak ekstrem, mungkin sekitar 18 derajat celcius, kayak berada dalam ruang kantor yang ber-AC aja :D

Assalammu'alaikum, Doha....brrr...dingiiin :-)
turun dari bis pesawat langsung masuk immigration counter
Karena pesawat berikutnya yang ke Jeddah baru berangkat pukul 14.30 waktu Doha, kami punya cukup waktu untuk city tour ke dalam kota Doha. Sambil nunggu bis city tour, sesi foto masih berlanjut walopun pada belom mandi pagi hihihihi.....

ibu ketua alumni, mba DS lagi ngobrol ama siapa ya?
Bandara NDIA (New Doha International Airport) yang ada saat ini baru sebagian rampung, namun sudah jauh lebih modern dari bandara international sebelumnya. Menurut rencana, NDIA akan selesai pembangunan dan perluasannya tahun 2015. Nantinya akan ada sistem monorel untuk transit penumpang melalui terminal dan NDIA sudah bisa melayani 25 juta penumpang per tahun.

Sekilas Tentang Qatar
Jam 7 pagi, bis city tour mulai bergerak membawa kami keliling kota Doha. Awalnya obyek kunjungan adalah peternakan unta, stadion olahraga, pacuan kuda, dan lainnya. Namun karena ada sedikit salah paham mengenai informasi rute city tour yang kami dapatkan dengan tour guide, sehingga rute kami berubah menjadi peternakan unta, FANAR, New Doha dan Al Corniche. Sepanjang perjalanan saya manfaatkan untuk menikmati pemandangan dan jeprat-jepret dari jendela mobil.

Kesan pertama saya tentang Doha, kotanya bersih dan rapi. Hampir di setiap lokasi dan jalan yang kami lewati, tampak kesibukan pembangunan gedung dan pelebaran jalan. Qatar memang sedang giat-giatnya melakukan pembangunan fisik. Hal ini cukup beralasan, sebab Qatar telah ditunjuk oleh FIFA menjadi tuan rumah Piala Dunia 2022. Hebat ya! karena belum pernah ada negara Timur-Tengah yang menjadi tuan rumah Piala Dunia loooh.....

masjid di seberangnya bandara NDIA
jalanannya lebar, cukup pake lampu lalu lintas aja, tanpa perlu polantas :-)
rata-rata mobil disini warnanya putih, kenapa yak?

Menurut cerita sang tour guide, penduduk asli Qatar dikenal dengan istilah Qatari. Qatari ini adalah orang-orang kaya di negaranya sendiri, karena mereka rata-rata adalah para pemilik ladang minyak, dan kalopun ada yang bekerja sebagai pegawai, hanya di kantor-kantor pemerintahan saja. Pemerintah sangat menjamin kesejahteraan bagi Qatari. Pendidikan dan kesehatan diberikan gratis bagi para Qatari. Hal ini berlaku bagi yang menikah dengan sesama Qatari atau Qatari dengan etnis Arab lain. Jika Qatari menikah dengan non-Qatari atau non-Arab, maka keturunannya tersebut tidak mendapatkan pendidikan dan kesehatan gratis tersebut.

Selain Qatari, penduduk Qatar juga banyak pendatang dari berbagai negara, yang bekerja di sektor swasta. Meskipun berada di kawasan Arab dan mayoritas Muslim, dibawah kepemimpinan Emir Qatar, Sheikh Hamad bin Khalifa Al-Thani, Qatar mengalami modernisasi dan liberalisasi. Emir Qatar ini menaruh perhatian besar terhadap pendidikan. Salah satu yang menarik dari negara ini adalah, rakyatnya sangat mencintai pemimpinnya, Sheikh Hamad bin Khalifa Al-Thani, dimana hal ini sudah sangat jarang kita temui saat ini, apalagi di Indonesia hehehe....

Peternakan Unta
Waaah....senangnya bisa lihat unta langsung di tanah Arab, bukan di kebun binatang Ragunan :D

Unta yang diternakkan disini emang untuk diperjualbelikan, jadinya kumplit nih disini, ada unta jantan, betina, tua dan muda. Yang ga ada cuman unta cantik (itu loh, unta yang didandanin dan biasanya bisa dinaikin ama manusia hehehehe....). Unta yang paling mahal adalah yang muda, karena dagingnya masih empuk, jadinya enak untuk diolah menjadi santapan laziiis....Kasian yah, untanya masih muda udah jadi almarhum :D

FANAR, Qatar Islamic Cultural Center

Fanar merupakan organisasi pemerintah yang mengusung misi untuk memperkenalkan Islam dan kebudayaan Arab kepada siapa saja yang tertarik untuk mendalaminya. Tempat ini terbuka untuk umum dan gratis. Lebih jelas mengenai Fanar bisa langsung loncat ke websitenya ini nih http://www.fanar.gov.qa/
gedung FANAR
Al Quran kecil
Silsilah Nabi dan Rasul
Salah satu motif etnik di Qatar

Tidak jauh dari gedung Fanar ini adalah pasar tradisional tertua di Qatar, yaitu Souq Waqif. Disini dijual segala macam kebutuhan sehari-hari, suvenir, hingga cafe-cafe yang biasanya ramai dari senja hingga malam hari. Jika anda beruntung, bisa menonton atraksi pasukan berbaju khas Qatar yang mengendarai unta, berbaris dan membentuk formasi tarian. Sayangnya kami ga sempet mampir ke pasar ini karena waktu yang terbatas hiks.... :-(

New Doha
Awalnya perekonomian Qatar digerakkan oleh sektor perikanan dan mutiara, namun sejak ditemukannya simpanan minyak bumi tahun 1940-an, Qatar mengalami kemajuan pesat dengan sumber pemasukan dari ekspor minyak dan gas bumi.

Sepanjang perjalanan kami dari gedung Fanar menuju ke Al Corniche, kami disuguhi pemandangan kota dengan gedung-gedung modern pencakar langit, serta komplek perumahan Qatari dan warga pendatang yang masih dengan ciri khas bangunan asli Qatar.
New Doha dengan geliat pembangunan yang spektakuler
komplek perumahan untuk warga pendatang
sekolah dan asrama
simbol-simbol Piala Dunia 2022 udah mulai marak di Doha
Qatari Oryx atau dikenal dengan nama "Orry" merupakan maskot Asian Games tahun 2006 di Doha

Al Corniche
Dengan lokasi yang berada di pusat kota, akses masuk gratis dan fasilitas lengkap, maka tak heran jika Al Corniche yang terbentang sepanjang 7 km ini menjadi pusat rekreasi yang populer.
salah satu sudut Al Corniche
foto bareng di Al Corniche...ini silaunya matahari dah kayak jam 12 siang, padahal masih jam 10 pagi
terlalu banyak kamera yang motret, jadi ga fokus nih...pada lihat kemana siyy??

Tidak jauh dari Al Corniche ini adalah kantor pusat pemerintahan, tempat Emir Qatar menggerakkan roda pemerintahannya. Sepanjang 7 km, banyak fasilitas hotel, penginapan, restoran, museum dan taman dengan wifi gratis loooh....Kami berhenti di salah satu sudut Al Corniche. Tidak jauh dari tempat kami berhenti adalah Doha Port area dan QMIA (Qatar Museum of Islamic Art).

Dari Doha Port atau fishing port area, kita bisa naik kapal tradisional Arab (dhow), yang akan membawa kita berkeliling dari Doha Bay ke Palm Island bahkan ada yang ke Al Safiliya Island, kemudian kembali ke Al Corniche. Tarif naik dhow ini sekitar QR20 utk dewasa dan QR10 untuk anak-anak.

jejak sejarah Qatar sebagai negara perikanan dan mutiara masih terasa ampe sekarang dengan keberadaan port ini

Salah satu bangunan yang menarik perhatian saya saat berhenti disini adalah QMIA.
QMIA dan dhow, identitas Qatar bangeeet...

QMIA dibangun atas prakarsa Emir Qatar, Sheikh Hamad bin Khalifa Al-Thani dengan menunjuk langsung Ieoh Ming Pei sebagai master arsiteknya. Desain QMIA ini terinspirasi dari masjid Ibn Tulun di Mesir dan Al Hambra di Spanyol. QMIA adalah rumah bagi sekitar 800 koleksi artefak yang dikumpulkan dari tiga benua mulai dari Timur Tengah hingga India dan Spanyol. Sayangnya kami datang kepagian, jadinya ga bisa masuk ke dalam museum ini, karena jam bukanya adalah jam 10.30 - 17.30. Website resmi QMIA bisa dilihat disini ya http://www.mia.org.qa/

QMIA adalah tempat yang terakhir yang kami kunjungi karena tour guide harus segera mengantar kami kembali ke bandara untuk makan siang sambil menunggu pesawatnya siap untuk melanjutkan penerbangan ke Jeddah.

Terus terang saya belum puas mengenal Doha dan Qatar, pengennya lebih lama lagi hehehe....Tapi paling ga ini jadi motivasi saya agar bisa kesana lagi, yaaah....at least pas World Cup 2022 di Doha saya juga bisa ikut hadir menyaksikan perhelatan dunia ini, hopefully with my lovely husband and kiddos....Amin ^_^

Penasaran gimana kira-kira hebatnya event dunia tersebut? Ini nih gambaran 12 stadion yang akan digunakan selama World Cup 2022 Qatar:


Referensi lainnya:
http://www.aboutqatar.info/
http://www.qma.org.qa/
http://whyqatar2022.com/